Minggu, 22 Agustus 2010

Tradisi Pindapatta di Theravada



Tradisi Pindapatta di Theravada bisa di praktekan di dalam kehidupan sehari-hari bagi seorang Bhikkhu yang memasuki kehidupan suci itu keterangan dapat hubungi Alamat E_Mail :www.candasilo@yahoo.com

Pindapatta bagi seorang Bhikkhu merupakan suatu kewajiban dimana kehidupan ini dapat di praktekan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kegiatan di pagi hari dengan kondisi dimana setelah latihan spirituality baca paritta suci pagi hari dan kemudian siap-siap untuk pergi Pindapatta, namun semua itu dapat berjalan dengan baik dimana lokasi dan tempat seperti di desa, kota,dan dimana saja yang bagi seorang Bhikkhu untuk melaksanakan suatu ritualnya setiap hari, sehingga banyak yang bisa kita lihat dengan kondisi disaat itu baik lingkungan yang ada juga harus mendukung untuk seorang Bhikkhu untuk Pindapatta itu, jadi setiap spirituality Pindapatta itu juga bisa berjalan dengan baik apabila kondisi disaat itu lebih jauh mendukung, tentunya lingkungan yang umat banyak Umat Buddha itu, sehingga perjalan seorang Bhikkhu itu untuk Pindapatta dapat di ketahui oleh umat dan di saat itu juga umat berkesempatan untuk berdana makanan kepada seorang Bhikkhu, walaupun perjalan seorang bhikkhu itu dengan perhatian yang amat tenang untuk latihan setiap harinnya di dalam Spirituality dan Meditasi itu, Istilahnya konsentrasi untuk Pindapatta dan menerima makanan dari umat dengan niat dan karekter umat yang berbeda-beda itu.

Pindapatta dalan kehidupan dunia ke Bhikkhuan dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, dimana seorang bhikkhu beraditana di suatu tempat atau berdiam di suatu tempat untuk menjalankan spirituality dan Meditasinya dan di saat itu juga setiap ritual itu dapat terlihat dengan kondisi dimana Bhikkhu itu berada, walupun Bhikkhu itu setiap hari berada di dalam Vihara dan hal yang lebih terlihat di saat Bhikkhu itu bangun pagi hari dan disaat untuk ritual Pindapatta yang berjalan kaki dari satu tempat ketempat yang lain yang tujuannya menerima makanan dari umat yang ingin berdana makanan itu, jadi konsentrasi yang amat terpenting dalam mejalankan suatu ritual Pindapatta itu seperti konsentrasi lagi berjalan dan melihat jalan yang baik dan benar, namun semua itu bisa berjalan dengan konsentrasi dengan Pikiran yang baik dan kesadaran yang baik pula untuk tujuan yang baik dalam melaksanakan suatu ritual Pindapatta itu, sehingga bagi umat terlihat amat simpati dan perenungan untuk melakukan suatu ritual Pindapatta itu.

Dalam ritual Pindapatta dapat berjalan dengan baik tentunya dari Bhikkhunya sendiri yang melaksanakan dengan baik, walupun setiap kegiatan itu dilakukan setiap hari, namun semua itu bisa berjalan dengan baik juga di dukung oleh Umat dan Pindapatta dapat berjalan dengan baik dan semua ritual itu tentunya dapat terlihat setelah Pindapatta dan selesai Pindapatta itu, seperti dapat dilihat setelah Pindapatta dan selesai Pindapatta seorang Bhikkhu sudah kembali kedalam Vihara dan istirahat, sampai dengan menjelang waktu untuk acara makan ,tentunya semua makanan terkumpul dengan baik di vihara baik apa saja seperti nasi, sayuran, makanan basa, makanan kering, roti basa, roti kering, susu, kopi, serial, gula,garam, buah-buahan dan sebaginya itu, kemudian di susun kembali dan siap sajih atau di serahkan kembali kepada seorang bhikkhu yang akan memasuki acara ritual makan pagi itu, sehingga sampai dengan ritual doa pelimpahan jasa kepada umat yang hadir pada waktu itu.

Spirituality "Pindapatta Massal "merupakan ritual kegiatan kebersamaan para Umat dan para Bhikkhu, disaat itu yang berada di vihara dan dari undangan dari Para Panitia dalam galang dana hasil Pindaptta Massal, akan di sumbangkan kembali ke Panti-Panti Asuhan dan Panti jompo, sehingga semua kegiatan amal ini dapat berbuah karma baik untuk kita bersama, baik untuk Bhikkhu, baik untuk Panitia, baik Untuk umat yang berdana makanan itu, jadi sama akan mendapat berkah yang amat mulia di dalam kehidupan kita sebagai umat manusia yang menolong sesama manusia dan mahkluk hidup yang lain itu.

Sabtu, 29 Agustus 2009

Tradisional Theravada dan Buddhayana


Tradisional Theravada dan Buddhayana
yang berada di Indonesia

Theravada merupakan tradisi yang berasal dari India dimana Sang Buddha lahir,mencapai penerangan sempurna dan parinibanna, wujud kebersama dalam sprituality dan mempraktekkan Ajaran sang Buddha sangat penting dari semua itu, juga bisa dilihat dengan perkembangannya dari setiap masa-kemasa merupakan hal yang baik dipraktekkan di dalam, setiap kehidupan ini baik dimana berada sesama umat Buddha tentunya, kondisi yang baik pula bisa membuat kehidupan ini menjadi lebih baik dengan setiap tradisi, berkembang dengan dasar yang telah ada merupakan hal yang sangat baik di dalam mempraktekkan trasidi Theravada itu,Perkembangannya tentunya banyak terdapat di negara Buddhis seperti india, Srilangka, tibet, Asia tenggara Thailand, Indonesia, sampai belahan dunai itu, bisa mempraktekkan Theravada dengan kondisi negaranya masing-masing tentunya aliran Theravada apa saja yang tentunya tidak lupa akan dasar-dasar dari Theravada yang aslinya dari India itu.